Raih 6 Medali, Mahatma Zain Selalu Haus Prestasi!

SMP Islam Al Hadi kembali berbangga atas prestasi gemilang Mahatma Zain, Siswa Kelas 9I, di Kejuaraan Renang Provinsi Jawa Tengah 2025. Melalui Kejuaraan Renang Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, Zain peroleh medali di nomor bergengsi di antara lawan-lawannya.

Dalam kejuaraan tingkat provinsi yang diikuti oleh atlet-atlet muda terbaik dari seluruh Jawa Tengah ini, Mahatma Zain menunjukkan kemampuan luar biasa dan semangat juang tinggi. Ia berhasil menyabet 6 medali, terdiri dari:

  • 🥇 Juara 1200 meter gaya punggung

  • 🥈 Juara 2100 meter gaya punggung

  • 🥈 Juara 250 meter gaya punggung

  • 🥈 Juara 24 x 100 meter estafet gaya bebas

  • 🥈 Juara 24 x 100 meter estafet gaya ganti

  • 🥉 Juara 3200 meter gaya ganti

Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi Zain pribadi, tetapi juga bagi sekolah, keluarga, dan lingkungan yang terus mendukung perkembangan bakatnya. Semangat kedisiplinan, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan Zain menjadi inspirasi nyata bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Selamat dan sukses untuk Mahatma Zain atas pencapaian luar biasa ini. Semoga langkahnya berlanjutnmenjadi atlet yang membanggakan di tingkat nasional bahkan internasional.

Takaran Rezeki Setiap Orang Berbeda, Begini Dalilnya dalam Islam

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan kembali dengan hari Jumat yang penuh berkah. Sahabat pernahkah kalian merasa kekurangan? Atau bahkan kita pernah mengeluh sebab Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan? Nah, sobat berikut adalah informasi mengenai ketentuan rezeki yang sudah tercantum dalam Quran.

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌࣖ ۝٣٤

Dalam Q.S Ibrahim ayat 34, Allah SWT berfirman yang artinya “telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.”

Bahwasanya rezeki yang diberikan Allah kepada kita sebagai hambaNya ialah tidak terkira, namun seringkali kita kurang mensyukurinya. Padahal sehat, sempat, orangtua yang sehat, teman-teman yang baik, juga adalah rezeki yang tak terkira dari Allah Ta’ala.

Hal ini ditegaskan kembali dalam Surah asy-Syura ayat 27 dimana berbunyi:

وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ

Wa lau basaṭallāhur rizqa li‘ibādihī labagau fil-arḍi wa lākiy yunazzilu biqadarim mā yasyā'(u), innahū bi‘ibādihī khabīrum baṣīr(un).

Artinya: “Seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi. Akan tetapi, Dia menurunkan apa yang Dia kehendaki dengan ukuran (tertentu). Sesungguhnya Dia Maha Teliti lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.”

Datangnya rezeki ini bisa sebagai anugerah maupun cobaan yang diberikan Allah pada hidup hambaNya. Semoga kita senantiasa termasuk dalam orang-orang yang bertaqwa. Sobat, kadang-kadang dalam hidup tidak semua hal yang kita inginkan akan dikabulkan Allah SWT tetapi ingatlah bawa Allah senantiasa memberikan yang terbaik dan yang benar-benar kita butuhkan.

Halal Bihalal & Pengajian Keluarga Besar SMP Islam Al Hadi

SMP Islam Al Hadi – Rabu (9/4) siswa-siswi SMP Islam Al Hadi kembali masuk setelah cuti lebaran. Masih dalam suasana Hari Raya, kesempatan masuk pertama ini diawali dengan Halal Bihalal oleh seluruh siswa serta Bapak/Ibu guru SMP Islam Al Hadi Mojolaban. Suasana hangat bercampur haru meliputi, semoga keberkahan Allah Ta’ala senantiasa mengikuti.

Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Akbar yang diisi oleh beliau Ustadz Burhan Shodiq, seorang penceramah sekaligus penulis buku. Beliau banyak menyampaikan mengenai ‘cinta remaja’ dan bagaimana menjadi sosok remaja berkarakter sesuai panduan Quran dan Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, semoga memberikan semangat baru untuk kembali belajar di semester 2 ini.

 

 

Market Day P5 Kewirausahaan : Meriah!

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah telah terselenggara market day SMP Islam Al Hadi sebagai rangkaian puncak kegaiatan P5 bertema Usaha Bersama Inovasi Olahan Umbi. Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)  ini telah dimulai sejak Senin (10/2) dengan kegiatan antara lain, pengenalan materi tentang umbi-umbian, seminar kewirausahaan, dan dilanjutkan dengan praktik memasak olahan umbi. Melalui projek kali ini siswa-siswi diajak lebih dekat dengan olahan-olahan umbi yang mudah dan sehat.

Pada Market Day acara dibuka oleh simbolis pemotongan pita oleh Bapak Sutopo didampingi Bapak Riyan Wik Irawan, diiringi tampilan dari marching band SMP Islam Al Hadi. Kemeriahan pecah di tengah-tengah siswa-siswi SDIT yang turut antusias menikmati beragam menu yang dijajakan. Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat, sampai jumpa di agenda selanjutnya.

Pendaftaran PPDB SMP Islam Al Hadi Tahun Ajaran 2026/2027 sudah dibuka, untuk pendaftaran cukup hubungi:
__________________
📲 Admin PPDB
http://wa.me/6281229717400

Mustajabnya Doa di Hari Jumat

Alhamdulillah sahabat, dengan ridho Allah SWT kita lagi-lagi diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan hari Jumat. Seperti halnya Jumat sebelumnya, kita telah banyak membahas perihal keutamaan hari Jumat. Kali ini mari kita menelisik kembali waktu-waktu doa mustajab di hari Jumat.

Rasulullah SAW diriwayatkan dalam hadist, menyebutkan tentang hari jumat kemudian beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah. ra)

Beberapa waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat, antara lain:

  1. Ketika menunaikan salat Jumat

Waktu mustajab yang pertama adalah saat imam naik mimbar untuk khutbah Jumat hingga selesai shalat Jumat. Pada saat ini, para jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah dengan khusyuk dan berdoa dalam hati.

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu.

  1. Waktu setelah ashar sampai terbenamnya matahari:

Waktu mustajab kedua adalah setelah shalat ashar hingga menjelang maghrib (terbenamnya matahari). Ini adalah waktu yang sering disebut sebagai waktu “akhir Jumat” atau “saat terakhir di hari Jumat.”

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah.ra Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud.

Dalam beberapa hadist disebutkan, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa terdapat waktu di hari Jumat di mana doa seorang Muslim tidak akan ditolak. Banyak ulama yang berpendapat bahwa waktu tersebut adalah setelah ashar hingga matahari terbenam. Pada saat ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Nah, luar biasa bukan sobat! Yuk kita tetap istiqomah dalam beribadah dan mari memaksimalkan hari Jumat ini dengan memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sumber :  rumaysho.com

Meraih Keberkahan Lewat Sedekah Jumat

Assaalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan bertemu kembali dengan hari Jumat yang penuh rahmat. Sahabat, banyak amalan-amalan yang bisa kita maksimalkan untuk meraih keberkahan hari Jumat. Salah satunya adalah bersedekah.

Anjuran bersedekah di hari Jumat khususnya telah Allah sampaikan melalui Qur’an maupun hadist. Salah satunya ada pada QS. Al-Jumu’ah: 10,

قَالَ الله تَعَالَى: {فَإذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ، وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللهِ، وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [الجمعة: 10].

Allah Ta’ala berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Pada Quran tersebut disampaikan bahwa karunia Allah khususnya pada hari Jumat begitu berlimpah, salah satu cara supaya kitab bisa memperoleh karunia itu ialah melalui sedekah.

Keutamaan bersedekah di hari Jumat juga disampaikan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at. Hari tersebut adalah hari diciptakannya Adam, hari ketika Adam dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika Adam dikeluarkan dari surga. Hari kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim no. 2912)

Anjuran untuk bersedekah di hari Jumat, antara lain karena:
1. Hari Penuh Keberkahan

Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat…” (HR. Muslim).

2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan.”

3. Menghapus Dosa dan Kesalahan

Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

4. Menambah Keberkahan Rezeki

Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas, nah khususnya di hari Jumat yang berkah ini sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sumber https://rumaysho.com/11986-waktu-sedekah-terbaik.html

Ini Dia Keutamaan dan Keberkahan Hari Jumat

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kita dipertemukan kembali oleh Allah SWT dengan hari Jumat yang penuh keberkahan. Berkenaan dengan hari Jumat terdapat berbagai keutamaan dan keberkahan yang mengiringinya. 

Hal ini termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.”

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”

Melalui hadis tersebut telah disampaikan betapa istimewanya hari Jumat, selain itu hadis lainnya juga meriwayatkan hal serupa diantaranya 

  1. Keberkahan lainnya yang dimiliki hari Jum’at, bahwa siapa saja yang menunaikan shalat Jum’at sesuai dengan tuntunan adab dan tata cara yang benar, maka dosa-dosanya yang terjadi antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya akan diampuni.
  2. Di antara keberkahan hari Jum’at, bahwa di dalamnya terdapat waktu-waktu dikabulkannya do’a.

Pada keberkahan-keberkahan yang dimiliki hari Jumat, berikut amalan-amalan yang bisa memaksimalkan keutamaan hari Jumat:

  1. Menunaikan salat Jumat
  2. Memperbanyak membaca shalawat
  3. Membaca Surat Al-Kahfi
    Salah satu sunnah yang dianjurkan pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Rasulullah SAW bersabda:
     
    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
     
    Dari Abu Said Al Khudri radhiyallohu anhu berkata, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi di malam Jumat niscaya Allah akan meneranginya dengan cahaya antara dia dengan Ka’bah.” (HR ad-Darimi, al-Hakim, dan al-Baihaqi). Amalan ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan cahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Mari kita amalkan dan raih keberkahannya.

Referensi :

https://almanhaj.or.id/3315-keutamaan-dan-keberkahan-hari-jumat.html

https://mui.or.id/baca/berita/7-amalan-untuk-memaksimalkan-keutamaan-hari-jumat#:~:text=Disebut%20sebagai%20%E2%80%9CSayyidul%20Ayyam%E2%80%9D%20atau,hari%20ini%20memiliki%20keutamaan%20besar.&text=Dari%20Abu%20Said%20Al%20Khudri,%2C%20dan%20al%2DBaihaqi).

 

Jaksa Masuk Sekolah: Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kegiatan Jaksa Goes To School yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas 7-9, telah terselenggara dengan lancar.

Pada kegiatan ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukoharjo yang diwakili oleh Pak Aji Rahmadi selaku Kepala Seksi Intelijen dan tim, menyampaikan informasi penyuluhan hukum kaitannya dengan UU ITE dan Kekerasan seksual pada anak. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran hukum dari siswa-siswi SMP Islam Al Hadi khususnya untuk lebih bijak bersosial media. Hal ini didasarkan dari munculnya banyak pelanggaran hukum oleh siswa bersumber dari media sosial, misalnya cyber bullying, judi online serta banyak kasus lainnya. Selain itu, maraknya kasus pelecehan seksual yang dialami oleh siswa sekolah juga perlu diwaspadai.

Banyak sekali ilmu yang diberikan melalui kegiatan ini, semoga memberikan manfaat. 

Tahapan Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah Allah SWT masih senantiasa memberikan nikmat dan rahmatNya sehingga kita masih berjumpa kembali dengan hari Jumat dan segala keberkahannya. Sahabat salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menuntut ilmu. Allah telah berfirman dalam Qur’an yang artinya:

Dia berfirman, “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Mencari ilmu menjadi keniscayaan seorang hamba, dan pada ayat tersebut Allah telah berjanji akan memberikan kelapangan atau kemudahan dalam meraihnya. Selain mencari ilmu, seperti tuturan Sufyan bin Uyainah “Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya”. Bahwasanya mari kita menyimpan ilmu kita sendiri, tetapi mari kita sampaikan ilmu meskipun hanya satu ayat, InsyaAllah memberikan keberkahan bagi kita semua.  Umar bin khattab pun menyampaikan 3 tahapan menuntut ilmu yang akan dirasakan seorang hamba:

  1. Tahap kesombongan

Disadari atau tidak, ilmu pernah membuat diri kita merasa sombong seakan telah mengerti atau memahami banyak hal, padahal belum mendalami sepenuhnya. Rasulullah saw bersabda, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.’ (HR. Muslim). Maka kita perlu untuk tetap terbuka dan rendah hati, menerima kritik membangun dari orang-orang disekitar kita.

      2. Tahap tawaduk

Tahapan kedua ialah tawaduk atau rendah hati. Biasanya saat seseorang sudah semakin banyak ilmunya ia akan semakin rendah hati dan bijak menghadapi segala situasi yang dialaminya. Analogi umum dalam menggambarkan fase pencari ilmu ini adalah pertumbuhan padi, yakni semakin berisi semakin merunduk.

     3. Tahap tidak tahu apa-apa

Tahap terakhir ialah ketika seseorang sudah memiliki banyak ilmu, maka ia akan merasa tidak tahu apa-apa. Di fase ini, seseorang akan sadar bahwa ilmu yang diberikan Allah tidak ada habisnya dan ternyata belum mengetahui apa-apa.

 

 

Bulan Rajab dan Momentum Bersejarahnya

Assalamualaikum sahabat AH, mari kita bersama-sama mengucap Syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang tak henti-hentinya diberikan kepada kita. Alhamdulillah sahabat, setelah libur semester kita kembali dengan rutinitas menuntut ilmu di sekolah. Sobat, tahukah kalian bahwa kita telah memasuki bulan Rajab. Ternyata dibalik banyaknya kebaikan yang bisa kita peroleh di bulan ini, tersimpan beragam peristiwa penting di masa lalu yang terjadi di bulan Rajab, antara lain.

  1. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj

Salah satu peristiwa paling luar biasa yang terjadi pada bulan Rajab adalah Isra’ dan Mi’raj, yakni perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan ke langit-langit ke tujuh menghadap Allah SWT. Peristiwa ini telah termaktub dalam firman Allah yakni Surat Al-Isra’ ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Yang Artinya : “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Bersamaan dengan isra’ mi’raj turunlah perintah salat 5 waktu. Setelah sebelumnya Allah SWT mewajibkan salat sebanyak 50 waktu kepada umat Nabi Muhammad SAW, akan tetapi Rasulullah meminta keringanan hingga hanya 5 waktu salat. Maka sobat, mari kita menjaga dan mendirikan salat dengan tepat waktu dan bersungguh-sungguh sebagaimana firman Allah, “Jagalah shalat dan tenggelamkanlah dirimu di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 43).

  1. Pembebasan Baitul Maqdis

Pada 27 Rajab 583 H, satu dari banyak momen penting yang terjadi ialah perebutan kembali Baituk Maqdis oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi dan pasukan umat islam. Setelah mengepung kota Yerusalem, Baitul Maqdis akhirnya bebas dari kekuasaan Tentara Salib selama 88 tahun. Pembebasan ini penting sebab Baitul-Maqdis akan menjadi titik kebangkitan kedua umat Islam. Titik kebangkitan pertama adalah di Makkah, titik kedua adalah Baitul-Maqdis, dengan ditegakkannya khilafah ‘ala minhajul-nubuwwah.

Di atas merupakan dua dari banyaknya peristiwa luar biasa yang terjadi ketika bulan Rajab, oleh karena itu mari kita membawa semangat Rasulullah dan Salahudin Al-Ayyubi dalam keseharian kita. Semoga hal-hal baik senantiasa membersama perjalanan kita di dunia. Terima kasih semoga bermanfaat.

 

Rujukkan : https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7711896/8-peristiwa-penting-di-bulan-rajab-yang-mengukir-sejarah-islam.