Jangan Sampai Terlewat! Berikut Amalan-Amalan Menyambut Ramadan

Assalamualaikum sahabat AH,

Alhamdulillah Allah SWT masih senantiasa memberikan nikmat kepada kita hingga dapat berjumpa lagi dengan hari Jumat. Jangan lupa Al Kahfinya yaa..

Baik sahabat, hari ini kita akan membahas amalan-amalan yang bisa dilakukan untuk menyambut Ramadan. Nah apa saja itu?

Pertama, mari menyambut Ramadhan dengan rasa bahagia. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa: 

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ 

Artinya: Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan.

Berdasarkan doa tersebut jelas bahwa mereka sampaikan kepada Allah Ta’ala untuk bisa diizinkan jumpa lagi dengan Ramadan. Berjumpa lagi dengan bulan Ramadan sungguh nikmat besar dari Allah. OIeh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini. Beliau seringkali menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Ramadan serta pahala berlimpah kepada siapa saja yang menghidupkan ramadannya.

Kedua, kita disyariatkan untuk melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni. [Pertanyaan di Majalah Ad Da’wah, 1284, 5/11/1411 H. Sumber : Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/9-10] Selain itu, memperbanyak istigfar dalam salat maupun sehari-hari perlu kita lakukan juga gunanya untuk menjaga diri dari dosa serta mengharap keridhoan Allah untuk dapat menghapus dosa-dosa tersebut.

Terakhir, ialah mulai membiasakan diri dengan beribadah sungguh-sungguh. Misalnya, persiapan Ramadan dengan melalukan puasa senin-kamis, kemudian mulai memperbanyak  membaca Qur’an, membiasakan bangun salat malam, menghadiri kajian dan bersedekah. Pembiasaan itu diharapkan dapat mempermudah diri kita ketika nanti memasuki bulan Ramadan untuk ibadan yang lebih maksimal.

 

 

Rujukan :

Sumber https://rumaysho.com/407-amalan-khusus-menyambut-bulan-ramadhan.html

https://lampung.nu.or.id/syiar/6-persiapan-menyambut-ramadhan-kaYbK

Lebih Dekat dengan Umar Khayyam, Sang Matematikawan Asal Persia

Assalamualaikum sahabat AH.

Alhamdulillah pada kesempatan baik di hari Jumat ini, yuk kita bersama-sama mengenal salah seorang tokoh muslim berpengaruh dalam bidang ilmu eksakta yakni Umar Khayyam.

Ghiyath al-Din Abu’l-Fath Umar ibn Ibrahim Al-Nisaburi al-Khayyami atau yang lebih dikenal dengan Umar Khayyam merupakan seorang filsuf, matematikawan, astronom sekaligus penyair. Lahir dan besar di Nishapur, Persia (Iran) pada 10 Mei 1048 M, Umar begitu menggemari filsafat dan ilmu eksakta.

Di kerajaan militer yang sulit dan tidak stabil saat itu, sekaligus munculnya usaha-usaha mendirikan negara Muslim ortodoks, Khayyam tumbuh. Meski dengan perjuangan, lambat laun melalui semangat dan kecintaanya pada bidang tersebut, Umar berhasil mengembangkan ilmu matematika, terutama Aljabar. Bahkan, ia menghasilkan karya Aljabr (Algebra), yang kemudian diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Ia adalah orang pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah.

Tak sampai disitu, mendahului ahli matematika barat Umar Khayyam juga mencetuskan Jawami Al-Hisab yang memuat referensi paling awal tentang segitiga pascal dan menguji balik postulat V yang menyangkut teori garis sejajar. Sebuah geometri Euclides yang sangat mendasar.

Selain ilmu matematika, sastra atau filsafat menjadi juga menjadi bidang yang digemari Umar. Melalui tulisan, Umar menceritakan kisah hidupnya yang kemudian termuat dalam karyanya berjudul Rubaiyat.

Guna mencapai sesuatu yang diinginkannya, Umar senantiasa berfokus pada apa yang terjadi saat ini serta melakukan sebaik yang ia bisa lakukan tanpa mencemaskan hal-hal yang akan dating.

Sahabat AH, semoga kisah Umar Khayyam tersebut bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk kita mencapai cita ke depan.

 

Rujukan:

https://oif.umsu.ac.id/2020/10/omar-khayyam-ilmuwan-cerdas-di-abad-pertengahan 

https://khazanah.republika.co.id/berita/qcvprc366/mengenal-umar-khayyam-dari-nishapur

Mengenal Sosok Sosiolog dan Sejarawan Muslim, Ibnu Khaldun

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kita bertemu Kembali di hari Jumat. Setelah mengenal Ibnu sina minggu lalu, hari ini mari lebih dekat dengan sejarawan muslim, Ibnu Khaldun.

Sosok Ibnu Khaldun menjadi tokoh sentral dalam peradaban Islam dari abad ke-14, beliau merupakan seorang sejarawan, sosiolog serta menjadi perintis ilmu ekonomi, hingga penggagas teori politik yang brilian.

Lahir di Tunisa pada 27 Mei 1332 di Tunis, Khaldun besar di Tengah-tengah keluarga kelas atas Andalusia (sekarang Spanyol) keturunan Arab. Khaldun memaksimalkan keadaan keluarganya tersebut untuk menuntut dengan sungguh-sungguh, ia mempelajari tata bahasa, yurisprudensi, hadits, retorika, filologi, puisi serta politik pemerintahan.

Meskipun terlahir di keluarga kaya dan berpangkat tinggi, seorang Ibnu Khaldun tidak melalui masa muda dengan muda. Orang tuanya meninggal saat dia masih remaja sehingga membuatnya berjuang untuk membangun diri dalam karier. Dirinya mulai berkarier di dunia politik saat muda serta berpartisipasi dalam pemberontakan yang memaksanya masuk penjara. Setelah dibebaskan, dalam kekecawaan dia menempa diri menjadi seorang sarjana. Khaldun menulis beberapa karya termasuk otobiografi dan buku “The Muqaddimah” yang membuatnya sangat dikenal. Buku tersebut tidak pernah kehilangan relevansinya dan para sejarawan selama berabad-abad telah mengakui pentingnya karya yang ditulisnya.

Dengan kemampuan intelektual dan pengalaman terjun langsung dalam hal-hal tersebut, Ibnu Khaldun berhasil menorehkan beragam karya di antaranya:

  1. Kitab muqoddimah pada jilid pertama
  2. Kitab al-Ibar disebutkan dalam jilid 2 sampai 5
  3. Kitab Al-Tarif, Jilid 6 dan 7

Ditambah beberapa pemikirannya tentang yang hingga kini menjadi dasar, antara lain teori siklus, sejarah sosial, sosiologi dan model generasi politik.

Semoga semangat Ibnu Khaldun menular pada kita, bahwa dalam keadaan tidak mungkin sekalipun jalan Allah tidak akan tertutup.

 

Rujukan:

https://khazanah.republika.co.id/berita/pt59in313/mengenal-kontribusi-ibnu-khaldun 

https://www.kompas.com/global/read/2021/04/30/182309670/biografi-tokoh-dunia-ibnu-khaldun-sejarawan-muslim-peletak-dasar-ilmu