Menyambut 10 Muharram: Momentum Spiritual untuk Menghidupkan Sunnah

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat hari yang sangat istimewa, yaitu tanggal 10 Muharram atau dikenal sebagai Hari Asyura. Bagi umat Islam, hari ini bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga sebuah momen spiritual yang sarat dengan makna dan keutamaan.
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura, bahkan sebelum kewajiban puasa Ramadhan diturunkan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Tak hanya itu, Rasulullah juga berniat untuk berpuasa sehari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharram (Tasu’a), agar berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang juga memuliakan hari tersebut.
SMP Islam Al-Hadi turut menyambut datangnya 10 Muharram dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk menghidupkan sunnah puasa Tasu’a dan Asyura. Ini bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Rasulullah, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri, meningkatkan kepekaan sosial, serta menanamkan semangat meneladani perjuangan para nabi.
Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sunnah dan memperkuat karakter Islami dalam diri peserta didik. Melalui penghayatan terhadap hari-hari mulia seperti ini, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritual dan akhlak.
Mari jadikan 9 dan 10 Muharram sebagai hari-hari penuh keberkahan. Saat yang tepat untuk memperbarui niat, memperkuat iman, dan menyemai semangat baru dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim yang lebih baik.
