Tarhib Ramadan: Memupuk Taqwa, Menebar Bahagia

Sambut Ramadan dengan Hati yang Lapang dan Langkah yang Riang!

Keluarga Besar Yayasan Amal Fatimah menyambut bulan suci dengan penuh sukacita melalui agenda Tarhib Ramadan. Kebahagiaan ini terpancar mulai dari adik-adik KB/TK, SDIT Al Hadi, SMP Islam Al Hadi dan kakak-kakak SMA Islam Al Hadi.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud kesiapan kita menyambut tamu agung, Ramadan. Kemeriahan pecah saat seluruh siswa tumpah ruah dalam Pawai Ta’aruf dengan berbagai kostum unik, Bakti Sosial dan Pentas Seni Lintas Unit dengan tampilan yang luar biasa dari siswa-siswi terbaik Al Hadi.

Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bertaqwa

EDU TRIP: GET READY FOR YOGYAKARTA!

Belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Itulah semangat yang diusung SMP Islam Al Hadi dalam kegiatan Edu Trip ke Yogyakarta. Perjalanan kali ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan, penuh makna, dan tentu saja menambah wawasan siswa.

Tujuan pertama adalah Taman Pintar Yogyakarta, sebuah pusat edukasi sains yang menghadirkan pembelajaran interaktif. Di sini, para siswa tidak hanya membaca teori, tetapi juga mencoba berbagai eksperimen sederhana, menyentuh langsung alat peraga, serta merasakan betapa menyenangkannya belajar ilmu pengetahuan. Destinasi selanjutnya,  siswa diajak memahami makna sejarah, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri bangsa melalui kunjungan ke Titik Nol Yogyakarta. 

Menjelang sore, rombongan menuju HeHa Sky View, destinasi yang memanjakan mata dengan pemandangan Kota Jogja dari ketinggian. Meskipun cuaca hujan, tapi semangat siswa-siswi menikmati beragam wahana di sana tidak luntur.  Kegiatan Edu Trip ini menjadi bukti bahwa ilmu dapat digali di mana saja: di ruang kelas, di tengah budaya, maupun dalam perjalanan. Lebih dari sekadar kunjungan, pengalaman ini adalah bekal kehidupan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, cinta tanah air, serta kebersamaan yang tak ternilai.

Menyambut 10 Muharram: Momentum Spiritual untuk Menghidupkan Sunnah

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat hari yang sangat istimewa, yaitu tanggal 10 Muharram atau dikenal sebagai Hari Asyura. Bagi umat Islam, hari ini bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga sebuah momen spiritual yang sarat dengan makna dan keutamaan.

Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura, bahkan sebelum kewajiban puasa Ramadhan diturunkan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Tak hanya itu, Rasulullah juga berniat untuk berpuasa sehari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharram (Tasu’a), agar berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang juga memuliakan hari tersebut.

SMP Islam Al-Hadi turut menyambut datangnya 10 Muharram dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk menghidupkan sunnah puasa Tasu’a dan Asyura. Ini bukan hanya sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Rasulullah, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri, meningkatkan kepekaan sosial, serta menanamkan semangat meneladani perjuangan para nabi.

Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sunnah dan memperkuat karakter Islami dalam diri peserta didik. Melalui penghayatan terhadap hari-hari mulia seperti ini, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritual dan akhlak.

Mari jadikan 9 dan 10 Muharram sebagai hari-hari penuh keberkahan. Saat yang tepat untuk memperbarui niat, memperkuat iman, dan menyemai semangat baru dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim yang lebih baik.

Siswa-Siswi SMP Islam Al Hadi Kembali Ukir Prestasi

SMP Islam Al Hadi kembali mengukir prestasi membanggakan di berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten dan regional! Berikut adalah capaian luar biasa yang diraih oleh para peserta didik kami:

🏆 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kabupaten Sukoharjo
📌 Juara 1 Cabang Pantomim

  • Prananda Parikesit (Kelas 7F)

  • Asha Avita Setyawan (Kelas 7C)

📌 Juara 3 Cabang Menulis Cerita

  • Anisah Wulan Suciwati (Kelas 8C)

🥋 Kejuaraan Invitasi Tarung Derajat Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan DKI Jakarta
📌 Juara 3

  • Kenzie Iyka (Kelas 8J)

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan semangat juang tinggi dari siswa-siswi kami, serta bimbingan dari para guru dan pelatih yang luar biasa. Kami ucapkan selamat dan sukses untuk seluruh peserta! Teruslah berkarya dan menginspirasi! 🌟

Sukses dan Khidmat! Ujian Munaqosyah SMP Islam Al Hadi

Alhamdulillah, pelaksanaan Ujian Munaqosyah siswa-siswi SMP Islam Al Hadi pada 27–28 Mei 2025 telah berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh semangat dari seluruh peserta.

Ujian ini menjadi momen penting untuk menguji pemahaman dan hafalan Al-Qur’an siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan spiritualitas dalam proses belajar. Para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan luar biasa dalam setiap tahap ujian, didampingi oleh para asatidz dan penguji yang kompeten.

Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah menempuh ujian ini dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal kehidupan dan keberkahan di masa depan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.

Takaran Rezeki Setiap Orang Berbeda, Begini Dalilnya dalam Islam

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan kembali dengan hari Jumat yang penuh berkah. Sahabat pernahkah kalian merasa kekurangan? Atau bahkan kita pernah mengeluh sebab Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan? Nah, sobat berikut adalah informasi mengenai ketentuan rezeki yang sudah tercantum dalam Quran.

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌࣖ ۝٣٤

Dalam Q.S Ibrahim ayat 34, Allah SWT berfirman yang artinya “telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.”

Bahwasanya rezeki yang diberikan Allah kepada kita sebagai hambaNya ialah tidak terkira, namun seringkali kita kurang mensyukurinya. Padahal sehat, sempat, orangtua yang sehat, teman-teman yang baik, juga adalah rezeki yang tak terkira dari Allah Ta’ala.

Hal ini ditegaskan kembali dalam Surah asy-Syura ayat 27 dimana berbunyi:

وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ

Wa lau basaṭallāhur rizqa li‘ibādihī labagau fil-arḍi wa lākiy yunazzilu biqadarim mā yasyā'(u), innahū bi‘ibādihī khabīrum baṣīr(un).

Artinya: “Seandainya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi. Akan tetapi, Dia menurunkan apa yang Dia kehendaki dengan ukuran (tertentu). Sesungguhnya Dia Maha Teliti lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.”

Datangnya rezeki ini bisa sebagai anugerah maupun cobaan yang diberikan Allah pada hidup hambaNya. Semoga kita senantiasa termasuk dalam orang-orang yang bertaqwa. Sobat, kadang-kadang dalam hidup tidak semua hal yang kita inginkan akan dikabulkan Allah SWT tetapi ingatlah bawa Allah senantiasa memberikan yang terbaik dan yang benar-benar kita butuhkan.

Mustajabnya Doa di Hari Jumat

Alhamdulillah sahabat, dengan ridho Allah SWT kita lagi-lagi diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan hari Jumat. Seperti halnya Jumat sebelumnya, kita telah banyak membahas perihal keutamaan hari Jumat. Kali ini mari kita menelisik kembali waktu-waktu doa mustajab di hari Jumat.

Rasulullah SAW diriwayatkan dalam hadist, menyebutkan tentang hari jumat kemudian beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah. ra)

Beberapa waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat, antara lain:

  1. Ketika menunaikan salat Jumat

Waktu mustajab yang pertama adalah saat imam naik mimbar untuk khutbah Jumat hingga selesai shalat Jumat. Pada saat ini, para jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah dengan khusyuk dan berdoa dalam hati.

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu.

  1. Waktu setelah ashar sampai terbenamnya matahari:

Waktu mustajab kedua adalah setelah shalat ashar hingga menjelang maghrib (terbenamnya matahari). Ini adalah waktu yang sering disebut sebagai waktu “akhir Jumat” atau “saat terakhir di hari Jumat.”

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah.ra Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud.

Dalam beberapa hadist disebutkan, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa terdapat waktu di hari Jumat di mana doa seorang Muslim tidak akan ditolak. Banyak ulama yang berpendapat bahwa waktu tersebut adalah setelah ashar hingga matahari terbenam. Pada saat ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Nah, luar biasa bukan sobat! Yuk kita tetap istiqomah dalam beribadah dan mari memaksimalkan hari Jumat ini dengan memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sumber :  rumaysho.com

Meraih Keberkahan Lewat Sedekah Jumat

Assaalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan bertemu kembali dengan hari Jumat yang penuh rahmat. Sahabat, banyak amalan-amalan yang bisa kita maksimalkan untuk meraih keberkahan hari Jumat. Salah satunya adalah bersedekah.

Anjuran bersedekah di hari Jumat khususnya telah Allah sampaikan melalui Qur’an maupun hadist. Salah satunya ada pada QS. Al-Jumu’ah: 10,

قَالَ الله تَعَالَى: {فَإذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ، وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللهِ، وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [الجمعة: 10].

Allah Ta’ala berfirman, “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Pada Quran tersebut disampaikan bahwa karunia Allah khususnya pada hari Jumat begitu berlimpah, salah satu cara supaya kitab bisa memperoleh karunia itu ialah melalui sedekah.

Keutamaan bersedekah di hari Jumat juga disampaikan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at. Hari tersebut adalah hari diciptakannya Adam, hari ketika Adam dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika Adam dikeluarkan dari surga. Hari kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim no. 2912)

Anjuran untuk bersedekah di hari Jumat, antara lain karena:
1. Hari Penuh Keberkahan

Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat…” (HR. Muslim).

2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan.”

3. Menghapus Dosa dan Kesalahan

Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

4. Menambah Keberkahan Rezeki

Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas, nah khususnya di hari Jumat yang berkah ini sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sumber https://rumaysho.com/11986-waktu-sedekah-terbaik.html

Ini Dia Keutamaan dan Keberkahan Hari Jumat

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah kita dipertemukan kembali oleh Allah SWT dengan hari Jumat yang penuh keberkahan. Berkenaan dengan hari Jumat terdapat berbagai keutamaan dan keberkahan yang mengiringinya. 

Hal ini termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.”

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.”

Melalui hadis tersebut telah disampaikan betapa istimewanya hari Jumat, selain itu hadis lainnya juga meriwayatkan hal serupa diantaranya 

  1. Keberkahan lainnya yang dimiliki hari Jum’at, bahwa siapa saja yang menunaikan shalat Jum’at sesuai dengan tuntunan adab dan tata cara yang benar, maka dosa-dosanya yang terjadi antara Jum’at tersebut dengan Jum’at sebelumnya akan diampuni.
  2. Di antara keberkahan hari Jum’at, bahwa di dalamnya terdapat waktu-waktu dikabulkannya do’a.

Pada keberkahan-keberkahan yang dimiliki hari Jumat, berikut amalan-amalan yang bisa memaksimalkan keutamaan hari Jumat:

  1. Menunaikan salat Jumat
  2. Memperbanyak membaca shalawat
  3. Membaca Surat Al-Kahfi
    Salah satu sunnah yang dianjurkan pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Rasulullah SAW bersabda:
     
    عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
     
    Dari Abu Said Al Khudri radhiyallohu anhu berkata, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi di malam Jumat niscaya Allah akan meneranginya dengan cahaya antara dia dengan Ka’bah.” (HR ad-Darimi, al-Hakim, dan al-Baihaqi). Amalan ini bertujuan untuk mendapatkan petunjuk dan cahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Mari kita amalkan dan raih keberkahannya.

Referensi :

https://almanhaj.or.id/3315-keutamaan-dan-keberkahan-hari-jumat.html

https://mui.or.id/baca/berita/7-amalan-untuk-memaksimalkan-keutamaan-hari-jumat#:~:text=Disebut%20sebagai%20%E2%80%9CSayyidul%20Ayyam%E2%80%9D%20atau,hari%20ini%20memiliki%20keutamaan%20besar.&text=Dari%20Abu%20Said%20Al%20Khudri,%2C%20dan%20al%2DBaihaqi).

 

Tahapan Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Assalamualaikum sahabat AH, Alhamdulillah Allah SWT masih senantiasa memberikan nikmat dan rahmatNya sehingga kita masih berjumpa kembali dengan hari Jumat dan segala keberkahannya. Sahabat salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menuntut ilmu. Allah telah berfirman dalam Qur’an yang artinya:

Dia berfirman, “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Mencari ilmu menjadi keniscayaan seorang hamba, dan pada ayat tersebut Allah telah berjanji akan memberikan kelapangan atau kemudahan dalam meraihnya. Selain mencari ilmu, seperti tuturan Sufyan bin Uyainah “Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya”. Bahwasanya mari kita menyimpan ilmu kita sendiri, tetapi mari kita sampaikan ilmu meskipun hanya satu ayat, InsyaAllah memberikan keberkahan bagi kita semua.  Umar bin khattab pun menyampaikan 3 tahapan menuntut ilmu yang akan dirasakan seorang hamba:

  1. Tahap kesombongan

Disadari atau tidak, ilmu pernah membuat diri kita merasa sombong seakan telah mengerti atau memahami banyak hal, padahal belum mendalami sepenuhnya. Rasulullah saw bersabda, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.’ (HR. Muslim). Maka kita perlu untuk tetap terbuka dan rendah hati, menerima kritik membangun dari orang-orang disekitar kita.

      2. Tahap tawaduk

Tahapan kedua ialah tawaduk atau rendah hati. Biasanya saat seseorang sudah semakin banyak ilmunya ia akan semakin rendah hati dan bijak menghadapi segala situasi yang dialaminya. Analogi umum dalam menggambarkan fase pencari ilmu ini adalah pertumbuhan padi, yakni semakin berisi semakin merunduk.

     3. Tahap tidak tahu apa-apa

Tahap terakhir ialah ketika seseorang sudah memiliki banyak ilmu, maka ia akan merasa tidak tahu apa-apa. Di fase ini, seseorang akan sadar bahwa ilmu yang diberikan Allah tidak ada habisnya dan ternyata belum mengetahui apa-apa.